13 Februari 2013

Karakter Murai Batu

 Karakter Murai Batu
  • Jenis burung tergolong cerdas. Mudah menirukan suara yang di dengar disekitarnya. Seperti suara burung lain, suara kucing, suara anjing, suara ayam berkotek dll.
  • Mudah beradaptasi. Mudah menyesuaikan terhadap perubahan lingkungan.
  • Petarung yang handal. Bila ada pesaing di sekitarnya maka cenderung untuk mengusirnya dengan kicauannya.
  • Mudah birahi. Extra fooding yang berlebihan bisa meningkatkan birahinya, atau melihat betinanya sehingga kinerjanya dalam berkicau bisa terganggu.
  • Cepat jinak. Jika perawatan mandi jemurnya dilakukan dengan sabar dan teratur.

Perawatan Harian Untuk Burung Murai Batu Jawara

Perawatan Harian Untuk Burung Murai Batu Jawara

Untuk Mendapatkan hasil terbaik dibutuhkan perhatian yang khusus untuk burung kesayangan kita. Tujuan dari perawatan ini adalah agar burung menjadi sehat sehingga burung bisa memperlihatkan kemampuan terbaiknya kepada sang empunya. Adapun perawatan harian tahap-tahapnya adalah :
  1. Pagi sekitar jam 7:00 kerodong burung di buka, kemudian gantung di tempat teduh.
  2. Langsung berikan 5 ekor jangkrik dengan membuang kaki-kakinya terlebih dahulu.
  3. Berikan 2 sendok makan kroto segar yang sudah dibersihkan.
  4. Jemur 1 -2 jam (tergantung kondisi burung) karena ada burung yang tidak suka di jemur lama-lama, cukup 1/2 jam saja.
  5. Selesai jemur, angin-anginkan sekitar 20 menit lalu tutup kerodong, kemudian gantung di tempat yang teduh sambil di kelilingi burung master isian lainnya.
  6. Sore sekitar jam 15:00, kerodong di buka lalu burung dimandikan di karamba.
  7. Setelah selesai beri jangkrik kembali 5 ekor. Kemudian sangkar di kerodong kembali.
  8. Letakkan burung di tempat yang tenang dan tidak terlalu terang agar brung dapat beristirahat dengan tenang.
Catatan :
Untuk yang senang memberi vitamin sebaiknya cukup diberikan 2x seminggu. jangan terlalu sering memberi vitamin, Murai batu adalah burung yang sensitive terhadap bau yang berlebihan, Bila terlalu sering burung tidak mau minum, lama-lama burung suaranya menjadi serak.

Salah satu perawat burung dari Bogor yang telah menghasilkan banyak jawara Murai Batu bahkan tidak satupun Murai Batunya di beri vitamin kecuali burung tersebut sakit atau rontok bulu.

Makanan Untuk Murai Batu

 Makanan Untuk Murai Batu

Burung Murai Batu di habitat aslinya menyukai serangga, kelabang, orong-orong, sejenis cacing dan lain-lain. Setelah melalui proses adaptasi dan di pelihara di rumah kita, maka kita juga harus menyesuaikan kesukaan makan makan Murai Batu itu apa? dan efek samping yang di timbulkan bisa merugikan Burung tersebut atau tidak?. jelas untuk pakan terbaik untuk burung kesayangan kita adalah pakan alami. Namun dengan keterbatasan persediaan, vitamin nutrisi dan harganya, maka di tambahkan pakan buatan. Makanan untuk Burung Murai Batu antara lain:
  1. Kroto segar. Kroto merupakan telur dari semut Rangrang. Banyak kandungan protein. Kroto merupakan makanan kesukaan hampir semua burung berkicau tidak terkecuali Murai Batu. Belilah kroto yang masih segar dan tidak bau busuk. Kalau penggunaan kroto tidak hati-hati maka burung kesayangan kita bisa sakit. Kroto bagus untuk Murai Batu bakalan agar cepat bernyanyi.
  2. Jangkrik. Banyak mengandung Karbohidrat,Protein dan lemak. Pemberian pakan jangkrik harus dengan membersihkan dulu kaki-kakinya yang tajam. Agar tenggorokan burung tidak terluka. Bahkan beberapa penjual dan pemain Murai Batu mengharamkan memberikan jangkrik untuk Murai Batu baru tangkapan minimal satu bulan pertama. Alasannya takut jangkriknya nyangkut di tenggorokan (kelolodhen), dan sering mengakibatkan kematian. Namun pendapat ini masih perlu di perdebatkan. Jangkrik biasanya untuk meningkatkan kekuatan (power) suara burung.
  3. Ulat Hongkong. Banyak mengandung lemak dan protein.Penggunaannya harus hati-hati dan menggunakan takaran, tidak boleh berlebihan. Efeknya terhadap burung, badan terasa hangat. Sebaiknya penggunaannya sekali-kali saja, bukan untuk rutinitas. Efeknya yang negatif disamping burung cepat gemuk di
  4. Ulat Balap (Ulat Kandang). Habitatnya di peternakan ayam sangat banyak di jumpai. Banyak kandungan protein dan sedikit lemak. Tidak ada efek samping yang membahayakan. Banyak kicaumania menggunakannya satu tepat makananan burung hampir penuh. Biasanya pakan ini diberikan sebagai makanan tambahan atau pengganti kroto bila sulit didapat.
  5. Ulat Bumbung (Ulat Bambu). Ulat ini banyak dijual di kios-kios penjual pakan burung yang dimasukkan kedalam tempat bambu. Biasanya ulat bumbung ini untuk menurunkan birahi burung akibat kebanyakan pemberian extra fooding.
  6. Voer. Adalah pakan buatan pabrik. Pilihlah pakan voer yang kualitas baik untuk burung kesayangan kita. Pilih yang kandungan proteinnya 12 -18 %. Yang baik tidak harus mahal. Voer harus selalu tersedia di dalam tempat pakan burung dan ganti setiap dua hari sekali. Yang jadi masalah burung bakalan tidak mudah mau untuk langsung mau makan voer. Butuh waktu dan kesabaran.

Waspada Pada Saat Akan Membeli Murai Batu

Waspada Pada Saat Akan Membeli Murai Batu

Terkadang Keinginan untuk memiliki burung kesayangan sangat menggebu-gebu, sehingga kewaspadaan berkurang bahkan hilang sama sekali. Banyak pengalaman yang telah dialami kicaumania karena nafsu ingin memiliki tanpa berpikir panjang langsung menawar kemudian membelinya. Sesampai dirumah baru kecewa bahwa burung yang di harapkan tidak sesuai dengan harapan. Untuk menghindari hal tersebut diatas langkah-langkah yang perlu dilakukan agar terhindar dari penipuan saat akan membeli burung bakalan adalah sebagai berikut:
  1. Belilah burung di tempat yang sudah kita percaya. Hindari beli burung dari orang yang belum kita kenal (orang asing).
  2. Ekor panjang tapi palsu. Sering terjadi ada orang menjual Burung Murai Batu bilangnya ini Murai Batu ekor panjang namun ekornya palsu, karena ekor panjang yang dimaksud adalah "lem-leman". Untuk memastikan agar terhindar dari penipuan seperti ini, kita harus memegang sendiri burung yang akan kita beli, kemudian tiuplah pada bagian pangkal ekor (brutu) burung. Maka akan tersingkap bulunya, apakah ekornya betul-betul asli atau palsu.
  3. Jangan beli burung di dalam karung/besek tanpa meletakkannya di dalam sangkar. Dengan burung ada di dalam sangkar maka kita akan tahu kondisi burung yang sebenarnya. Burung tersebut cacat atau tidak, sehat atau sakit. Terkadang penjualnya mengelabui pembeli dengan bersiul suara perut, seolah burung tersebut sedang berkicau padahal yang berkicau penjualnya sendiri.
  4. Jangan beli burung sakit. Terkadang kita tidak bisa membedakan burung tersebut sakit atau tidak. Beri makan burung yang kita minati dengan makanan kesukaannya, misalnya jangkrik. jika mau makan maka ada jaminan burung sehat/tidak sakit walaupun pengamatan seperti ini sering meleset.
  5. Jangan beli burung yang bulunya berdiri dan diam saja kalau didekati, seolah burung tersebut jinak. Jelas burung tersebut kesehatannya sedang terganggu.
  6. Jangan beli burung Murai Batu hasil "pancingan" saat menangkapnya. Sudah pasti dalam 3-7 hari burung akan mati. Coba lihat pada bagian dalam tenggorokan burung kalau berdarah atau tidak mau makan padahal burung kelihatan sehat berarti tangkapannya dengan menggunakan pancing.

Perawatan Pada Saat Mabung

 Perawatan Pada Saat Mabung

Ini adalah cara perawatan tetangga sebelah yang telah mengantarkan burung Murai Batunya bernama"Elang Sakti" menjadi Grand Champion Indonesia dan terbukti ampuh. Tentunya masing-masing kicaumania punya cara sendiri-sendiri dalam merawat burung kesayangannya. Tergantung karakter dan tipikal burung yang bersangkutan.

Banyak sekali pemain murai batu, baik yang pemula maupun yang sudah top terjebak pada saat mengkondisikan MB jawaranya setelah mabung, hal ini dikarenakan karena keinginannya untuk segera melombakan kembali burung jawaranya. Ada beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan pada saat merawat murai waktu mabung dan jangan pernah melanggarnya.

Kebersihan kandang harus tetap terjaga. Bersihkan kandang setiap hari.

Porsi extra fooding jangkrik di kurangi saat burung mau mabung. Misal saat normal 5 jangkrik, kurangi jadi 2 jangkrik masing-masing pagi dan sore. Kroto ditambahkan dari 2 sendok makan menjadi 3 sendok makan. Selama mulai rontok bulu burung tidak perlu di jemur.

Kurangi mandi saat burung mulai rontok bulu dari setiap hari menjadi 2-3 hari sekali. Sambil kandang dibersihkan.

Rubah waktu mandi antara jam 12:00 - 13:00 setelah mandi burung langsung di kerodong dalam kondisi basah dan jangan di angin-anginkan.

Beri larutan Growvit pada air minumnya (tidak usah terlalu banyak cukup sebesar pentol korek saja untuk tiap cangkir air minum).

Perawatan Pada Saat Tumbuh Bulu

 Perawatan Pada Saat Tumbuh Bulu

Pada saat semua bulu-bulu tua sudah rontok dari kepala hingga ke ekornya, berarti proses mabung sudah selesai. Dan proses tumbuh bulu baru dimulai. Saat tumbuh bulu-bulu muda proses perawatan harian sudah bisa dikembalikan ke seperti perawatan harian sediakala.

Selama tumbuh bulu muda, burung tidak perlu di jemur. cukup di angin-anginkan lebih kurang 15 menit lamanya. sambil kandangnya di bersihkan. Sekali lagi, jangan pernah menjemur burung di terik matahari sampai pertumbuhan bulu selesai, terutama bagian ekor. Efek negatif bila di jemur, maka proses pertumbuhan bulu, terutama bulu ekor akan terhenti dan bulu menjadi cepat tua (kelihatan kusam /tidak mengkilat).

Selama proses tumbuh bulu, perhatikan vitamin dan beri shampo mandi untuk burung. Agar bulu yang baru tumbuh lebih sehat dan tidak mudah terserang kutu atau germ.

Setelah bulu sudah tumbuh maksimal, baru dilakukan penjemuran di matahari pagi, sekitar jam 07:00. Proses penjemuran dilakukan bertahap lamanya. Minggu pertama, lama penjemuran 15 menit. Kemudian minggu kedua menjadi 30 menit, dan seterusnya. Sampai sekitar 2 jam lamanya.

Proses yang bertahap tersebut sangat dianjurkan dalam men"treatment" burung agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Dan selama lebih kurang dua bulan setelah tumbuh bulu untuk tidak mempertemukan dengan burung Murai Batu lainnya, sampai mental dan fisiknya stabil kembali.

Setelahnya baru burung sudah bisa untuk di latih dengan mempertemukan dengan Murai Batu lainnya dalam skala kecil. 3 atau 4 burung untuk mengetahui sampai sejauh mana kemampuan Murai Batu kita setelah lama beristirahat.

Minggu selanjutnya burung sudah bisa untuk di bawa ke tempat Latber. Latber bisa dilakukan seminggu sekali selama 1 sampai 2 bulan.

Bila burung di anggak sudah mulai stabil kicauan dan stamina, seperti Volume yang dapat menembus suara teriakan penonton dan lagu yang dibawakan dianggap sudah memenuhi syarat untuk mengikuti kontes burung, bisa dicoba ditempat-tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal. Sambil di pantau secara serius kondisi burung.

Mitos Murai Batu

 Mitos Murai Batu

Murai Batu mempunyai sejarah panjang di belantika perkicauan Tanah Air. Sehingga banyak mitos yang berkembang di kalangan hobbies penggemar burung berkicau, khususnya Murai Batu. Mitos ini berkembang berdasarkan penuturan dari mulut ke mulut dan juga berdasarkan pengalaman-pengalaman pribadi yang didapat oleh banyak pihak, diantaranya dari hobbies, pelomba dan juga pemikat.

Namanya juga mitos kita tidak tahu asal-usul cerita tersebut. Seperti layaknya mitos tentang, "penciptaan telur atau burung lebih dulu mana ..?". Namun perlu kita hargai mitos yang berkembang sebagai sebuah pengayaan wawasan dan ilmu yang didasari oleh penilaian yang tulus iklas dari para leluhur penggemar Murai Batu kita.

Mitos-mitos yang berkembang di seputar burung Murai Batu dan banyak diyakini kebenarannya di kalangan penggemar MB adalah sebagai berikut :


1. MB berkaki hitam.
Diyakini memiliki mental tempur yang sangat dahsyat.

2. MB yang berasal dari wilayah pesisir.
Diyakini memiliki kemampuan vocal yang lebih dibandingkan MB yang berasal dari wilayah pedalaman atau hutan. Habitat pesisir yang relatif bising degan deburan ombak dan tiupan angin laut, menyebabkan MB beradaptasi dengan cara meningkatkan kemampuan vokalnya.

3. MB dengan warna bulu dada kekuningan dan warna hitamnya terkesan berwarna supak atau pudar.
Diyakini bermental baja dan cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya. MB seperti ini sangat mudah dan cepat berkicau, jika berasal dari tangkapan hutan.

4. MB bertubuh besar, berekor panjang dan berdaun ekor tebal.
Adalah MB yang cenderung enak untuk dipandang, tapi jarang bisa moncer dalam lomba. MB seperti ini dianggap mudah lelah jika dipaksa untuk mengikuti sebuah lomba.

5. MB berparuh celah.
Diyakini memiliki kemampuan vocal di atas rata-rata. Dengan adanya celah pada paruh, si MB diyakini bisa menghembuskan tiupan suara atau kicauan yang lebih besar, sehingga bisa menghasilkan vocal yang lebih dahsyat.

6. MB dengan paruh pendek dan tipis.
Diyakini sebagai MB dengan karakter rajin berkicau atau cerewet dan memiliki suara-suara yang cenderung pedas untuk didengar.

7. MB berkuku anjing (warna kuku kelingkingnya tidak sama).
Diyakini sebagai MB yang bermental tidak stabil dan memiliki rawatan yang relatif lebih rumit dibandingkan MB lainnya.

8. MB berekor gunting (bercabang).
Diyakini juga sebagai MB yang membutuhkan pola settingan yang rumit, sehingga membutuhkan banyak kesabaran untuk dapat mengoptimalkan MB seperti ini.

9. MB bertulang kaki besar.
Diyakini sebagai MB dengan semangat tempur tinggi. Bertipikal ngotot dan tidak mudah menyerah.

10. MB yang memiliki tanda lingkaran (gelang) berwarna hitam pada bagian paha.
Diyakini oleh sebagian besar pemikat sebagai MB penguasa wilayah.

11. MB dengan bulu yang tumbuh pada bagian kaki.
Diyakini oleh sebagian besar pemikat sebagai MB penguasa wilayah.

12. MB dengan bentuk kepala datar (ceper).
Diyakini sebagai MB dengan mental berani dan berkarakter tempur.

13. MB dengan bola mata besar dan terkesan melotot.
Diyakini sebagai MB pemberani dan tidak takut terhadap manusia, serta mudah beradaptasi dengan lingkungan.

14. MB dengan bentuk tubuh seperti jantung.
Adalah MB idaman para hobbies senior, sebab MB dengan bentuk seperti ini yang banyak menguasai lomba.

15. MB dengan pola ekor rapat dan berdaun kecil dan tipis serta melengkung ke bawah.
Adalah MB yang sangat enak dipandang pada saat bertempur di lapangan. Biasanya MB seperi ini akan memainkan ekornya dengan sempurna dan menjadi idola penonton.

16. MB dengan ekor hitam semua.
Adalah MB yang berasal dari wilayah kepulauan di sepanjang P. Sumatera.
MB ini diyakini kalah pamor dan mentalnya dibandingkan dengan MB yang memiliki ekor berwarna putih.

17. MB berparuh tebal dan panjang.
MB ini diyakini sangat sulit untuk dapat membawakan suara berspeed rapat dan panjang. MB ini lebih dominan mengeluarkan suara-suara keras dengan speed pendek.

18. MB dengan bercak putih pada bagian leher atau kepala.
MB ini sebenarnya tidak memiliki keistimewaan tertentu. Warna bercak putih tersebut lebih disebabkan oleh kelainan pigmen yang dipengaruhi oleh makanan tertentu pada saat proses mabung terjadi.

19. MB dengan bentuk leher tebal.
MB seperti ini diyakini memiliki kemampuan vokal yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan MB lain yang bentuk lehernya lebih kecil.

20. MB yang suka memalingkan wajahnya pada saat bertemu musuh.
MB ini diyakini bermental tempur rendah. Memalingkan wajah adalah upaya yang dilakukan oleh MB agar tidak tertekan dengan MB lain.
Sebagai burung fighter sejati, MB akan terus menerus memburu musuhnya dengan tatapan wajah yang marah.

Makanan Terbaik Murai Batu

Makanan Terbaik Murai Batu

Banyak pakan burung Murai Batu di jual di pasar-pasar burung. dari yang berbagai serangga sampai dengan bermacam-macam merek pakan buatan yang bernama Voer. Dari hasil penelitian yang panjang selama lebih dari 2 tahun, selama memelihara burung Murai Batu dengan memberikan berbagai macam pakan alami maupun pakan buatan, di tambah dengan bertanya kepada beberapa orang penyayang dan pelestari burung Murai Batu, maka dapat di simpulkan untuk pakan terbaik tetaplah pakan alami yaitu kroto.

Kroto merupakan telur hasil dari semut-semut rangrang yang populasinya banyak kita jumpai di daerah tropis seperti Indonesia. Kemampuan adaptasi Murai Batu baru hasil tangkapan hutan kemudian di pelihara di rumah-rumah kita ternyata yang paling besar adalah pakan kroto ini. Artinya bila kita mempunyai murai batu baru beli (bakalan), kalau kita berikan pakan kroto maka kemungkinan hidup 65% lebih besar dari pada kita memberikan pakan lain.

Yang menjadi kendala untuk semua pakan alami adalah masalah higienis. Higienis salah satunya menyangkut kebersihan pakan Kroto. Berhubung Kroto itu notabenenya adalah telur. Dan telur itu kalau perlakuannya tidak baik dari sejak pengambilan dari sarang semut kemudian dibawa ke kios-kios penjual pakan burung, maka besar kemungkinan kroto mengalami kerusakan yang menyebabkan bau tidak sedap seperti bau busuk. Nah disini lah faktor resiko terbesar untuk Murai Batu kesayangan kita kalau mengkonsumsi kroto yang kondisinya tidak baik. Burung akan mengalami sakit.

Seberapa banyak pemberian kroto kepada burung Murai Batu perhari? jawabannya jelas pemberiannya kalau bisa "full kroto" perharinya. Burung bisa terhindar dari kematian untuk Murai Batu, apalagi yang bakalan wajib hukumnya makan kroto segar.

Kelebihan pakan kroto segar, akan terlihat dari tingkah laku burung dalam kesehariannya. Bunyi ketek.....kretek.... dari Murai Batu kita lebih sering terdengar. Burung kelihatan lebih sehat dan jauh lebih cepat berani berkicau.

Bahkan untuk burung yang untuk di lombakan, kroto tidak boleh ketinggalan dalam perawatan kesehariannya. Masalah takaran nya seberapa banyak ?, itu tergantung selera masing-masing berdasarkan setelannya.

Namun untuk mendapatkan kroto segar didaerah tertentu seperti di kota-kota besar tidaklah mudah. Bahkan kroto dianggap sesuatu yang mewah. Pernah punya pengalaman mencari kroto yang baik didaerah Serpong, di pinggiran Jakarta, jarang-jarang dapat. Kebanyakan krotonya sudah bau kulkas, alias kroto tangkapan kemarin. Kondisi krotonya kadang terlalu banyak kadar airnya ("benyek"), dan sudah mengeluarkan bau kurang segar.Disamping itu harganya mahal. 1 ons belum tentu cukup untuk murai batu makan sehari. Namun tuntutan burung, ya terpaksa di beli. Dengan resiko sangat tinggi. Burung mudah terserang penyakit.

Menjinakkan Murai Batu Liar

 Menjinakkan Murai Batu Liar

Banyak sekali kicau mania yang menanyakan bagaimana menjinakkan burung murai batu bakalan hasil tangkapan hutan yang muda hutan atau sudah tua sekalipun untuk di jinakkan agar tidak takut dengan orang yang ada disekitarnya dan akhirnya mau berbunyi.

Burung bakalan yang sudah berumur dewasa bahkan menginjak tua saat kita baru mendapatkannya entah itu dari membeli di pasar burung atau dari menangkap sendiri di hutan, seringnya tingkah lakunya liar dan kalau didekati sangat merasa ketakutan sehingga terbang kesana kemari di dalam sangkar. Tidak jarang pada bagian kepala burung menjadi "jontor" terluka sehingga mengeluarkan darah akibatnya sedah bisa di tebak burung menjadi stress bahkan tidak jarang karena tidak mau makan bisa menemui ajalnya. 

Hal yang demikian tentunya tidak kita inginkan. jika anda mengalami hal seperti ini saat baru pertama kali memelihara burung Murai Batu kesayangan jangan panik dan putus asa. Ada banyak cara sebenarnya agar burung yang liar itu setidak-tidaknya mau jinak sehingga diharapkan berbunyi saat di didekati oleh kita, bukannya tambah stress, baik burungnya atau kita sendiri.

1. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah letakkan burung pada posisi yang jauh dari burung lain atau lalu lalang orang. Beri waktu agar burung lebih mengenal lingkungan barunya, yang tentunya berbeda dengan lingkungan saat di hutan dulu. Sambil Burung di beri makan Kroto, makanan favorite nya di lingkungan barunya. Jangan sekali kali burung di mandikan atau di beri makan jangkrik. Cukup kroto saja. " Full kroto per day. Bila burung sudah mulai mau makan lanjutkan ke langkah kedua.

2. Minggu ke dua tambahkan pakan voer dan jangkrik pagi 5 ekor sore 5 ekor. Minuman setiap hari di ganti. Besar kemungkinan Voer nya tidak akan dimakan, namun tidak mengapa berikan saja. Dan jangan lupa setiap 3 hari sekali voer harus di ganti dengan yang baru. Pilihlah kalau bisa voer yang khusus untuk burung Murai Batu. Posisi kandang tetap jangan di rubah-rubah. Burung tidak perlu dulu di jemur cukup letakkan di tempat yang sejuk dengan sirkulasi udara yang segar. Agar burung merasa lebih kerasan di habitatnya yang baru dan mengurangi rasa stressnya.

3. Minggu ke tiga burung sudah mulai di gantung di tempat orang sering lalu lalang. Tempat yang ideal sebenarnya di Pasar. Tetapi kalau di rumah tempatkan di emperan rumah yang sering kita berkumpul dengan keluarga, yang penting di tempat yang menurut kita paling ramai di salah satu ruang rumah kita. jangan lupa pakan kroto, jangkrik , voer dan minumnya harus selalu tersedia. Untuk menambah selingan makanan agar burung lebih rakus makannya. Jangan takut burung akan kegemukan, yang utama burung kita bikin hatinya senang dulu.

4. Minggu ke empat burung sudah bisa di mandikan. Tempat mandi yang terbaik adalah karamba. Pelan-pelan pindahkan burung dari sangkarnya agar burung mau masuk ke karamba dengan sendirinya. Jika baru pertama kali burung masih curiga dan belum percaya dengan kita, sehingga sering mengalami kesulitan burung untuk masuk sendiri ke karamba. Lakukan dengan sabar agar burung tetap tenang. Jika masih kesulitan burung belum mau masuk juga kekaramba, buka pintu sangkar dan pintu karamba-nya kemudian tempelkan kedua pintu tersebut, bila pintu menutup sendiri tahan dengan kayu biar tetap terbuka. kemudian tinggal pergi sebentar. Saat kita kembali biasanya burung sudah masuk karamba. baru pintu karamba kita tutup dan sangkar kita angkat kemudian bersihkan. Biasanya bila burung sudang mau mandi sendiri, burung akan lebih jinak dan pelan-pelan kepercayaan yang telah dipupuk akan tumbuh dengan sendirinya antara burung dan kita sebagai perawatnya. Bila kita melakukan prosesi mandi setiap hari minimal satu kali per hari, burung akan lebih cepat jinaknya dari pada kalau mandinya sebulan sekali. Setelah mandi, burung di beri pakan kesukaannya.

5. Minggu ke lima burung sudah bisa di dekatkan dengan burung yang lain, namun jangan sekali-kali didekatkan dengan sesama Murai Batu. Akibatnya bisa fatal. Biasanya pada minggu kelima ini burung sudah mulai berani mengeluarkan suaranya kecil-kecil (ngeriwik). pada saat ini sangkar burung sudah bisa di gantung agak rendah. Diharapkan burung lebih terbiasa dan berani dengan manusia. Sekali-kali beri pakan burung dengan memasukkan tangan ke tempat pakan burung. Bila burung sudah tidak menabrak-nabrak sangkar berarti proses penjinakan awal untuk burung bakal kita sudah dianggap berhasil. Silahkan mencoba.

Murai Batu Gacor Tiba-Tiba Macet Bunyi ?

Murai Batu Gacor Tiba-Tiba Macet Bunyi ?

Saat kita beli burung sudah bunyi sering mengalami tiba-tiba burung kesayangan kita setelah di pelihara beberapa bulan lamanya tiba-tiba malas bunyi bahkan bunyinya hanya sekali-kali alias kadang-kadang saja. Nah berdasarkan pengalaman teman-teman penggila burung Murai Batu alasan yang utama adalah :
  1. Kebersihan. Baik Kandangnya atau burungnya. Sebaiknya di bersihkan setiap hari kandang burungnya. 1 minggu sekali kasih desinfektan. Burung juga harus di mandikan minimal 1 hari sekali, 1 minggu sekali beri shampo mandi untuk burung. Dengan kondisi bersih, diharapkan tidak ada kutu, tengu, germ dll yang sejenisnya hidup di dalam kandang apalagi sampai menyerang ke bulu burung. Burung bisa menderita akibatnya sakit dan tidak mau bunyi, alias macet/membisu. Burung sakit kok di suruh bernyanyi. Burung mau bernyanyi kalau hati gembira, hati susah nyanyinya seperti apa ya? seperti lagunya om Rinto mungkin ya.
  2. Kenali Karakter Burung. Sebaiknya kalau kita beli burung yang sudah bunyi/jadi, kita tanyakan juga, bagaimana kebiasaan makannya? , mandinya berapa kali seharinya dan berapa lama jemurnya.? Banyak juga penggemar burung Murai Batu transfer burung sekaligus jebol perawat burungnya sekalian. Biasanya sering terjadi pada burung-burung untuk lomba. Namanya juga hobbi, berapapun biayanya ya.... tidak masalah. Jelas disini agar perawatan burung tidak berubah. Sehingga diharapkan seandainya burung sudah pindah tangan , kondisinya dan kerjanya juga stabil (tidak berubah). Yangdi takutkan kalau merubah cara perawatan/setelannya burung kerjanya kurang dan lebih celaka lagi malas bunyi. Itu yang harus dihindari.
  3. Kondisikan pada suasana yang tenang dan damai. Sehingga burung jauh dari stress. Burung kalau sudah stress membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan kondisinya seperti semula.
  4. Jauhkan dari hewan-hewan haman dan predator, seperti tikus, kucing, anjing, ular dan lain-lain.
  5. Mental Drop. Karena Murai batu mengenal senioritas dalam habitatnya dan berkarakter fighter. Terkadang kita tidak menyadari kalau murai batu yang baru di beli sering berkicau, lama-lama malas bunyi. Hanya karena di rumah punya Murai Batu Lebih dari satu. Celakanya sering di pertemukan lagi saat menjemurnya. Sudah dapat di pastikan salah satu pasti ada yang kalah dan mental drop sehingga takut berkicau. Sarannya jauhkan burung dari burung Murai Batu lainnya. Kalau bisa tidak mendengar suara Murai Batu lainnya sekalipun.

Mengenal Murai Batu

  Mengenal Murai Batu

Murai Batu / MB Copychus malabaricus merupakan keluarga Turdidae. Burung keluarga Turdidae dikenal memiliki kemampuan berkicau yang baik dengan suara merdu, bermelodi, dan sangat bervariasi. 

Selain dari suaranya yang merdu, burung ini banyak diminati para Kicau Mania karena gaya bertarungnya yang aktraktif.

Berikut ini adalah jenis-jenis MB beserta ciri-ciri fisiknya.

Jenis-jenis murai batu yang dikenal di Indonesia :
  • MB Medan // Bukit Lawang, Bohorok, kaki Gunung Leuser wilayah Sumatra Utara // panjang ekor 27 - 30 cm.
  • MB Aceh // kaki Gunung Leuser wilayah Aceh // panjang ekor 25 - 30 cm.
  • MB Nias // Pulau Nias // panjang ekor 20 - 25 cm, keseluruhan berwarna hitam.
  • MB Jambi // Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi // panjang ekor 15 - 20 cm.
  • MB Lampung // Pulau Krakatau, Lampung. Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 - 20 cm.
  • MB Banjar (Borneo) // Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan // panjang ekor 10 – 12 cm.
  • MB Palangka (Borneo) // panjang ekor 15 – 18 cm // Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
  • MB Java (Larwo) // hidup di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Jenis ini sudah sangat langka ditemukan. Panjang ekor 8 - 10 cm.
Jenis-jenis Murai Batu yang terdapat di negeri tetangga :
  • MB Malaysia, wilayah Penang. Ekor tipis dan panjang sekitar 30 - 33 cm dan postur tubuh lebih besar dari murai medan.
  • MB Thailand, hidup di perbatasan Thailand dan Malaysia, tubuh lebih besar dari murai medan, panjang ekor 32 - 35 cm dan warna hitam mengkilat indigo (kebiru-biruan).
  • MB Philippine, wilayah Luzon dan Catanduanes. Jenis ini lebih tepat disebut murai hias, karena memiliki warna tubuh yang sangat indah.
Terdapat beberapa species dari MB dan kerabatnya diantaranya adalah :
  1. Copsychus malabaricus / White Rumped Shama.
  2. Copsychus luzoniensis / White Browed Shama.
  3. Copsychus niger / White Vented Shama.
  4. Copsychus cebuensis / Black Shama.
  5. Trichixos pyrropygus / Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama.
Ciri-ciri dan penyebaran subspecies MB :

1. Copsychus malabaricus / White Rumped Shama, terdiri dari 19 sub-species:
  • Copsychus interpositus (Nepal, India, Myanmar, Yunan -China, Thailand dan Indochina)
  • Copsychus stricklandii (Sabah, Kalimantan)
  • Copsychus andamanensis (Andaman, Nicobar)
  • Copsychus albiventris (Andaman)
  • Copsychus indicus (Nepal, Indochina)
  • Copsychus pellogynus (Myanmar, Peninsular)
  • Copsychus minor (Hainan-China)
  • Copsychus mallopercnus (Malaysia)
  • Copsychus javanus (Jawa Barat dan Jawa Tengah)
  • Copsychus omissus
  • Copsychus barbouri (Maratua, Kalimantan Timur)
  • Copsychus leggei (Sri Lanka)
  • Copsychus malabaricus (India)
  • Copsychus macrourus (Con Son, Vietnam Selatan)
  • Copsychus tricolor (Malaysia, Sumatra, Natuna Island dan Anamba)
  • Copsychus melanurus (Sumatra bagian Barat, Enggano)
  • Copsychus suavis (Sarawak, Kalimantan)
  • Copsychus mirabilis (Prinsen Island)
  • Copsychus nigricauda (Kangean Island)
2. Copsychus luzoniensis / White Browed Shama, terdiri dari 4 subspecies, yaitu :
  • Copsychus luzoniensis (Luzon, Catanduanes).
  • Copsychus parvimaculatus (Polillo).
  • Copsychus shemleyi (Marinduque).
  • Copsychus superciliaris (Masbate, Negros, Panay, Ticao).
3. Copsychus niger / White Vented Shama.
  • Tersebar di Palawan, Calamian, Balabac, Sabang (all in Philippines).
4. Copsychus cebuensis / Black Shama.
  • Hidup di wilayah Cebu Philippines. 
5. Trichixos pyrropygus / Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama):
  • Penyebaran di Way Kambas, Thailand, Malaysia dan Borneo.

KARAKTER DASAR BURUNG MURAI BATU :

  1. Mudah beradaptasi. Burung ini sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
     
  2. Petarung yang gampang naik darah. Apabila mendengar suara burung Murai Batu lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
     
  3. Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Murai batu betina, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
     
  4. Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.
Murai Batu Thailand

Tips Merawat Murai Batu Bakalan Muda Hutan

Tips Merawat Murai Batu Bakalan Muda Hutan

Cara Memelihara Murai Batu Bakalan Muda Hutan ini adalah notasi yang saya ambil dari pengalaman memelihara burung murai batu bakalan, dan perbincangan dengan rekan-rekan kicau mania Mataram yang sudah lebih berpengalaman dalam hal perawatan burung kicauan. Hal yang membedakan murai batu bakalan hutan dan hasil penangkaran/ternak adalah, murai batu bakalan biasanya memiliki keunggulan dalam variasi kicauan, namun memiliki tingkat kesulitan yang lebih diawal pemeliharaannya. Lain halnya dengan anakan murai batu hasil penangkaran, kita bisa langsung terapkan cara perawatan murai batu yang sudah banyak di ulas di blog-blog master kicau mania.

Oke, langsung pada pokok bahasan yaitu cara memelihara murai batu bakalan muda hutan :

1. Tempatkan bakalan murai muda hutan pada sangkar kotak terlebih dahulu, jangan langsung menggunakan sangkar murai yang berbentuk bulat besar. Sangkar kotak jangan terlalu besar pilih yang sedang saja, ini bertujuan agar murai bakalan lebih sempit ruang geraknya agar tidak loncat kesana kemari dan lebih tenang.

2. Gunakan satu tangkringan saja, beri tempat makanan dan minuman yang besar. Dan sangkar sebaiknya tertutup (bisa memakai koran) ini juga membantu burung murai bakalan lebih tenang dan cepat beradaptasi.

3. Untuk makanan, berikan vur yang dicampur dengan kroto dan ulat hongkong yang diaduk rata, anda juga bisa memberikan jangkrik yang dipotong-potong dan di campur kedalam vur juga. Tujuan pemberian ulat dan jangkrik yang dipotong-potong yaitu agar vur mudah menempel pada ulat atau jangkrik dan termakan oleh murai bakalan kita. Sehingga burung nantinya menyukai vur sebagai makanan pokoknya. Karena inti perawatan murai batu bakalan hutan adalah membuatnya mau makan vur. 

4. Gantang sangkar atau tempelkan pada dinding ditempat yang tenang yang jarang orang lalu lalang. Jangan sering-sering mengganggu bakalan murai batu kita, bersihkan dan cek pakan dan air 3 hari sekali saja. 

5. Jangan sekali kali memandikan murai batu bakalan hutan kita, sampai terlihat dia mandi sendiri di tempat minum. 

6. Lihat kotoran burung tersebut apakah sudah makan vur atau belum, jika sudah full mau makan vur anda bisa membuka tutup sangkar.

7. Bila burung sudah full makan vur anda sudah bisa menerapkan cara perawatan murai batu secara umum. namun dalam penjemuran sebaiknya memakai kerodong dan jangan terlalu lama. 

8. Jangan gantang burung diluar yang banyak orang lalu lalang tanpa kerodong atau penutup kurung sampai burung sudah mau berkicau lantang. 

9. Adalah kunci semua kesuksesan, yaitu SABAR. 

Demikianlah cara atau tips perawatan burung murai batu bakalan hutan semoga ada manfaatnya untuk kita, mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyampaiannya.

Murai Batu Medan, Ada Enggak Sih?

  Murai Batu Medan, Ada Enggak Sih?

Sudah banyak artikel tentang murai batu medan yang sudah saya baca,tidak ada satupun artikel yang menjelaskan secara detail mengenai ciri murai batu medan. Yang ada hanya murai batu medan yang terbaik ekornya lebih panjang dari jenis lainnya, tubuhnya lebih kecil dll.. Kalau penjual burung ditanya, dia menjawab Medan lebih panjang mas daripada Lampung super atau murai batu dari daerah lain.

Bahwa apa yang disebut sebagai murai batu Medan (dalam pengertian murai batu yang berhabitat aseli Kota Medan) itu sesungguhnya tidak ada. Mengapa? Sebab penyebutan murai batu medan adalah penyebutan yang salah kaprah. Tidak ada murai batu yang habitat aselinya kota Medan. Sedangkan murai batu di wilayah Sumatera Utara dan Aceh sendiri banyak sekali varian ditilik dari katuranggannya. 

Ada yang ekor panjang dan pendek, ada yang lengkung ada yang lurus, ada yang menggumpal jadi satu ada yang berbentuk seperti gunting dsb. Kalau kebetulan murai batu yang terkenal adalah murai batu medan, ini dikarenakan stok murai batu wilayah Sumatera bagian utara (hingga pantai utara wilayah NAD) sejak dulu selalu terkumpul di Medan sebelum menyebar ke wilayah lain. 

Karena waktu dulu orang memfavoritkan murai batu ekor panjang, maka pemikat murai batu pun lebih suka mengumpulkan murai batu ekor panjang yang kemudian mereka bawa ke kota Medan. Saat itulah dikenal sebutan murai batu Medan dengan ekor yang rata-rata memang panjang, antara 22 cm sampai 27/28 cm.
Sementara kalau ada murai batu dengan ekor sampai 30 atau bahkan 35 cm atau lebih, maka itu adalah murai batu asal Malaysia hingga kawasan pedalaman Asia Tenggara. 

Berikut ini adalah gambar-gambar murai batu Malaysia dan pedalaman AsisaTenggara dan Asia Selatan :

Murai batu Malaysia dan kawasan lain pedalaman Asia Tenggara dan selatan. 
Jepretan dan koleksi David De Souza.



Jepretan dan koleksi David De Souza.

Murai batu wilayah Laos dan Myanmar misalnya, banyak yang berekor panjang. Perhatikan misalnya murai batu hasil buruan yang sudah mati dan banyak dijual di sebuah pasar pagi di Laos seperti gambar di bawah ini. Perhatikan ekornya. Ya itu adalah murai batu ekor panjang.


Tanda panah adalah ekor-ekor murai batu yang sudah mati 
dan dijual di sebuah pasar pagi di Laos.


Nah kembali ke persoalan medan, ketika murai batu ekor panjang dengan bukaan yang indah dipandang dan berbentuk melengkung ke bawah terkenal sebagai murai batu Medan, maka murai batu lainnya yang tidak berekor panjang disebut murai batu non-medan. Sementara perlu pula dipahami, murai batu ekor panjang pun macam-macam. 

Ada yang lengkung ke bawah, ada yang lurus. Karena murai batu ekor panjang yang lengkung sudah ter-”branding” sebagai murai batu Medan, maka kalau ada murai batu ekor panjang lurus tidak akan disebut murai batu Medan meskipun pengepul murai batu di Medan sendiri juga memiliki stok murai batu ekor panjang yang tidak lengkung (biasanya dari kawasan Aceh). 

Murai batu ekor panjang lurus itu, banyak ditemui di kawasan sekitar Lahat misalnya. Nah, disebutlah MB itu sebagai murai batu Lahat. Disebut sebagai murai batu lahat super jika ekornya panjang (sekitar 25 cm) dan yang ekor pendek disebut murai batu lahat begitu saja. Sementara itu di wilayah pesisir utara NAD, dikenal ada murai batu ekor panjang dan lengkung tetapi warna putih di bulu ekor hanya sedikit-sedikit di bagian ujung ekor bagian dalam. 

Ini adalah murai batu dari kawasan Sabang atau sering disebut murai batu Sabang. Dilihat sekilas, murai batu ini seperti tidak memiliki ekor putih menyerupai MB dari kawasan pantai barat Sumetara (kepulauan Nias dan sekitarnya) yang disebut sebagai murai batu Nias. Padahal di samping murai batu-murai batu yang saya sebut di atas, masih terdapat banyak kawasan di Sumatera yang juga terkenal sebagai habitat murai batu, seperti Jambi, Lampung, Pasaman dan sebagainya. 

Sementara di wilayah NAD sendiri, selain ada murai Sabang, ada juga murai dari habitat lain yang juga terkenal bagus-bagus, seperti murai batu Tangse misalnya. Singkat cerita, murai batu Medan adalah kriteria murai batu berdasarkan kebiasaan untuk memudahkan penyebutan murai batu ekor panjang lengkung. Yang panjangnya di atas 25 cm sering disebut murai batu Medan super, sedangkan yang ekornya kisaran 25 cm atau lebih pendek disebut murai batu Medan begitu saja.

Jenis - Jenis Murai Batu Berdasarkan Habitatnya

 Jenis - Jenis Murai Batu Berdasarkan Habitatnya

Sudah banyak penggemar burung yang tahu, bahwa burung Murai Batu adalah salah satu burung kebanggaan untuk di pelihara di rumah. Maka tidak heran makin hari populasi Murai Batu di alam semakin lama semakin berkurang saja. Sehingga sehingga harganyapun hingga saat ini selalu naik setiap tahunnya.

Murai Batu Berdasarkan habitatnya dapat di golongkan menjadi beberapa :

1. Murai Batu Medan.


Asal dari Peg. Leuser, Bahorok. Murai Batu asal daerah ini hingga saat ini masih menjadi primadona dan terus dicari penggemar Murai batu walau sudah mulai langka. Banyak pedagang burung saat menjual Murai Batunya berkata bahwa Murai Batu mereka " Murai-Medan", Agar dagangannya cepat laku. Padahal belum tentu berasal dari daerah tersebut. Ciri-ciri anatominya, Ekor tipis-lentur melengkung kebawah, panjang 27- 30 cm. Variasi lagu kicauan indah & banyak, daya tempur dahsyat-ngotot-mental baja dengan volume dan variasi suara diatas rata-rata. Harga bakalannya paling mahal.

2. Murai Batu Nias

Sering terlihat di Kepulauan Nias, Sabang. Ciri yang utama adalah pada bagian ekornya hitam semua ( tidak ada bulu ekor warna putih). mempunyai volume yang keras. Mental petarung bagus dengan variasi suara yang banyak, Namun sering kalah mental saat di trek dengan Murai Batu berekor hitam-putih. Harganya tidak berbeda jauh dengan Murai Batu Lampung.

3. Murai Batu Lahat


Mempunyai panjang ekor 19 - 23 cm. ekornya ada tipis dan tebal. variasi suara yang banyak. Mental Bagus. Disinyalir Murai Batu yang beredar sekarang di pasar burung kenyakan adalah murai batu lahat.

4. Murai Batu Aceh


Murai batu ini berasal dari daerah Tangse (Piedie), peg. Seulawahsabang ,Lhoong (kab. Aceh Besar) dan Keude Bieng yang merupakan tempat Murai Batu handal di peroleh.Mempunyai ekor panjang 19 - 29 cm. Bentuk fisik tidak terlalu besar. Mempunyai daya tempur yang dasyat. Variasi suara banyak , panjang- panjang dan ngeroll diselingi dengan suara tembakan/besetan yang menyayat.

5. Murai Batu Lampung


Habitatnya disekitar hutan lampung, Baturaja hingga ke arah Palembang. Mempunyai ekor pendek 12 - 18 cm dan umumnya kaku. Mempunyai daya tempur yang bagus. Jika perawatannya benar mentalnya bisa sangat bagus. Variasi suara dasar cenderung ngeban (mengulang-ulang suara yang sama), perlu pemasteran yang baik untuk menutupi kelemahannya. Kelebihan yang menonjol saat bertanding, mempunyai stamina yang baik ( tidak mudah lelah) dalam melantunkan lagu-lagu ngerol, tonjolan (besetan) dalam waktu lama. Gaya bertarungnya tidak seindah murai batu ekor panjang yang bisa men "cambuk" ekornya.
Harganya kalau sudah jadi (apalagi sering menang kontes) tidak kalah dengan Murai Batu lainnya.

6. Murai Batu Borneo ( Kalimantan)


Cira khasnya saat bertarung dengan murai lain dadanya membusung/menggelembung. Mempunyai sifat yang lebih agresif dan terkesan ngotot. Panjang ekor 8 - 13 cm. Kicauannya cenderung "ngeban" ( mengulang) dan suaranya agak "mendem" (kurang kristal). Di lapangan kontes, kelas tersendiri tidak menyatu dengan Murai batu Sumatera.

Tips Merawat Murai Batu Bagi Pemula

 Tips Merawat Murai Batu Bagi Pemula 

Ketika pertama kali membeli Burung Murai yang harus diperhatikan adalah tempat tujuan bagaimana nantinya burung bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru, mula mula burung jangan di pindahkan dulu dari sangkar yang lama untuk menghindari tingkat stress burung.

Perlakuan tersebut penting dan perlu dilakukan karea apabila burung di tempatkan/dipindahkan ke kandang yang baru apalagi kalau kandang tersebut masih berbau cat atau vernis akan sangat mengganggu pernapasan burung itu sendiri, adapun yang harus diperhatikan di agar burung tetap berkicau meskipun di lingkungan yang baru adalah antara lain :
  1. Penempatan Sangkar
    Tempat sangkar sebaiknya terkena sinar matahari pagi, tapi juga terhindar dari terik siang hari dan sangkar tersebut juga jangan sampai terkena tempias air hujan.

    Penempatan sangkar antara burung jangan terlalu berdekatan, minimal 3m jarak kandang burung untuk menjaga mental burung karena mental burung murai tidak sama ada yang kuat mentalnya dan juga sebaliknya.selain jarak kandang antara kedua burung murai, akan lebih baik lagi jika diantara keduanya ada burung jenis lain yang berkicau agar keicauan tersebut dapat ditiru oleh burung murai sebagai kombinasi kicauannya.


  2. Nutrisi
    Burung Murai juga membutuhkan nutrisi yang cocok karena jika dibandingkan burung pemakan biji bijian kebutuhan nutrisi burung murai lebih rumit, dan faktor terpenting lagi adalah kebersihan nya. Untuk pakan yang diberikan harus selalu segar, dan harus mengganti pakan rutin setiap hari dengan pakan yang baru serta membersihkan pakan yang berceceran di lantai kandang untuk mencegah bau busuk dll.

    Kemudian untuk menjaga kondisi tubuh secara maksimal, burung murai juga membutuhkan makanan yang bervariasi. Tujuannya untuk tercapainya keseimbangan antar protein, karbohidrat dan lemak, vitamin dan mineral. Murai juga membutuhkan vitamin seperti vitamin A (untuk menjaga kesehatan kulitdan pertumbuhan bulu), Vitamin B. (Untuk proses kerja system saraf pusat dan kebutuhan energi), vitamin C. (untuk melindungi murai dari penyakit kulit), dan vitamin D.( untuk membantu menjaga kesuburan reproduksi).

    Adapun beberapa jenis pakan burung yang sangat digemari murai antara lain adalah :

    • KROTO (telor semut)

      Jenis makanan ini sangat digemari murai tetapi agak merepotkan bagi para hobies karena harus menyajikan menu ini tiap hari harus tetap segar, bersih dan tidak bau (basi). Cara terbaik pemberian kroto yaitu dengan menyediakan dalam jumlah terbatas sebanyak 3 kali/hari. Murai yang diberi kroto secara teratur akan lebih rajin berkicau sehingga membuat mental murai lebih bagus dengan dapat berkicau lama tetapi juga tidak terlalu sering diberi makan kroto karena akan sulit berganti bulu meskipun sudah waktunya, daya tahan tubuh berkurang serta suara kicauannya agak pecah.


    • KUNING TELOR

      Kuning telor rebus sebagai tambahan protein yang mengandung asam amino yang dibutuhkan burung. Cara penyajiannya Telor direbus dulu kemudian diletakkan di tempat makan burung yang terpisah dan pastikan selalu membuang sisa pakan telor yang tersisa.


    • Makanan pokok dan tambahan

      Dengan memberikan menu makanan tambahan tidak lain yaitu untuk membantu para hobbies agar murai tidak ketergantungan kelak dengan jenis makanan monoton seperti kroto dan jangkrik serta telor saja melainkan makanan seperti pellet juga baik diberikan untuk burung agar supaya daya tahan tubuh lebih bagus dan warna bulu lebih bersih serta berkilau selain itu kebutuhan akan vitamin, mineral dan nutrisi yang diperlukan lebih terjamin.


    • AIR

      Bagi murai kebutuhan terhadap air sama dengan kebutuhan makanan murai, air digunakan untuk minum dan mandi dengan demikian maka perlu menjaga kualitas air. Air minum yang disediakan harus berupa air matang yang sudah dingin dan setiap hari harus diganti dan tempat air minum supaya dibersihkan agar lumut yang biasanya menempel tercuci bersih.

  3. Memandikan dan Menjemur Murai
    Usahakan tempat memandikan murai menggunakan tempat khusus untuk mempermudah murai berpola ketika mandi, dan mempermudah pemilik untuk membersihkan kandang dan mengganti makanan. Ingat burung yang sedang asyik mandi jangan dipaksa keluar dari tempat mandinya karena akan mengurangi ruang gerak saat mandi,dan biasanya burung yang belum puas mandinya maka akan menggunakan air minumnya untuk mandi.
    Jemurlah burung usai dimandikan guna mendapatkan rangsang sinar matahari khususnya di pagi hari karena sangat bermanfaat didalam proses pembentukan suatu mineral, contohnya Kalsium. Dengan demikian cahaya jelas berpengaruh terhadap pertumbuhan, metabolism, reproduksi dan tingkah laku.
Selamat mencoba semoga tulisan ini bermanfaat bagi pemula dan hobbis burung Murai Batu.

Oleh : Roni Mania & Muhammad Riyadi